"Mengapa aku bisa menjadi Gay?"
"Why?"
July 14, 2011
Gen & Hormon berkata: semua orientasi seksual itu normal normal saja koq (what a relieve!)
February 21, 2011
Tangan dan kaki kepada sang hati
Saat kakiku berkaca pada jalan,
Dan saat tanganku bergemeletuk,
Mereka tak beralas kawan, Mereka telanjang.
Karena mereka jujur ingin sekali menemui sang hati,
Meski kaki beralas debu, dan tangan bersaput sendu.
Tapi mererka jujur kawan
Mereka ingin bertemu sang hati
Kedua tangan terkatup di dada
Ia takut, gemetar..
Takut sang hati enggan membukakan pintu.
Mereka jujur kawan, Hanya ingin bertandang
Mereka sederhana tanpa alas yang membuat mu melihat dua kali berapa harganya..
Mereka hanya ingin bersalaman dengan sang hati..
Mereka tahu sang hati sangat tampan,
Oleh karna itu mereka takut
Apa jadinya bila kami tidak sepadan?
Apa jadinya jika kami tidak digubris?
Mereka jujur kawan
Hanya ingin bertandang Dan berucap salam hangat
Bagi sang hati yang sedang sendiri...
Denpasar, 21 Feb 2011, 12:57
Dan saat tanganku bergemeletuk,
Mereka tak beralas kawan, Mereka telanjang.
Karena mereka jujur ingin sekali menemui sang hati,
Meski kaki beralas debu, dan tangan bersaput sendu.
Tapi mererka jujur kawan
Mereka ingin bertemu sang hati
Kedua tangan terkatup di dada
Ia takut, gemetar..
Takut sang hati enggan membukakan pintu.
Mereka jujur kawan, Hanya ingin bertandang
Mereka sederhana tanpa alas yang membuat mu melihat dua kali berapa harganya..
Mereka hanya ingin bersalaman dengan sang hati..
Mereka tahu sang hati sangat tampan,
Oleh karna itu mereka takut
Apa jadinya bila kami tidak sepadan?
Apa jadinya jika kami tidak digubris?
Mereka jujur kawan
Hanya ingin bertandang Dan berucap salam hangat
Bagi sang hati yang sedang sendiri...
Denpasar, 21 Feb 2011, 12:57
February 4, 2011
April 9, 2009
Yama Carlos is engaged with Rahma Azhari
I don't watch infotaintment that often, but when I saw this yesterday's infotainment on one of Indonesia's TV station, I stopped because I thought I recognized the figure being interviewed. Yes, it's Yama Carlos, one of Indonesia'shunk I discovered on COSMOPOLITAN mag. Hmmm, should I say unfortunately - he said he is having this recently announced enggagment with the controversial Rahma Azhari....phfffww. Feeling sad, but anyway congrat for Yama Carlos (you're still my fave hunk dude)
September 26, 2008
What makes me a Balinese?
Apa yang menyebabkan seseorang menjadi orang Bali? Agama? Tanah kelahiran? Tempat tinggal? Adat istiadat? Perilaku? Cara berpikir? Tindakan? Amal? Kepribadian? Pakaian? Ucapan? Niat?
Aku tidak lagi pergi ke pura. Aku sembahyang menurut caraku sendiri di dalam hati. Aku tidak lagi ke banjar, kalau terdengar suara kentongan, aku hanya membayar denda dengan uang, sebab aku harus setiap hari berada di kantor. Aku tidak lahir dan tinggal di Bali, tetapi seluruh kebijakan local Bali seperti desa-kala-patra, karma-pala, rwa bhineda, dan sebagainya, menjiwai hidup dan sepak terjangku.
Apakah aku bukan orang Bali, karena aku tidak memakai kain? Ke mana-mana aku memakai celana jeans dan sepatu kats. Bicara pun aku tidak lagi pakai bahasa Bali, karena bahasa Indonesia membuatku bisa berhadapan setara dengan siapa saja. Hidupku tidak terbelit upacara, karena tugas-tugasku begitu banyak supaya bisa bertahan hidup. Ketika orang-orang datang ke tetangga, aku tidur untuk menyiapkan tenaga.
Aku tidak bisa menari. Tidak bisa menabuh. Tidak bisa melukis atau membuat patung. Masih berhakkah aku disebut orang Bali?
Aku tidak lagi pergi ke pura. Aku sembahyang menurut caraku sendiri di dalam hati. Aku tidak lagi ke banjar, kalau terdengar suara kentongan, aku hanya membayar denda dengan uang, sebab aku harus setiap hari berada di kantor. Aku tidak lahir dan tinggal di Bali, tetapi seluruh kebijakan local Bali seperti desa-kala-patra, karma-pala, rwa bhineda, dan sebagainya, menjiwai hidup dan sepak terjangku.
Apakah aku bukan orang Bali, karena aku tidak memakai kain? Ke mana-mana aku memakai celana jeans dan sepatu kats. Bicara pun aku tidak lagi pakai bahasa Bali, karena bahasa Indonesia membuatku bisa berhadapan setara dengan siapa saja. Hidupku tidak terbelit upacara, karena tugas-tugasku begitu banyak supaya bisa bertahan hidup. Ketika orang-orang datang ke tetangga, aku tidur untuk menyiapkan tenaga.
Aku tidak bisa menari. Tidak bisa menabuh. Tidak bisa melukis atau membuat patung. Masih berhakkah aku disebut orang Bali?
Subscribe to:
Posts (Atom)