March 6, 2012

Seks dan Cinta (sebuah cerita)

Frontg

YES! Aku menemukan satu lagi cerita... ya cerita... seperti cerita dalam kisah kisah itu... Cerita yg mampu membuatku merinding gembiram sekaligus terhanyut dalam denyutan hasrat.

Seks bisa menjadi begitu indah, karena cinta... Muluk muluk? Baca saja cerita ini...

Lalu kata-kata menyembur cepat dari mulutku. “Aku rindu kamu, rindu ke gamezone bersamamu, rindu sifat menyebalkanmu, rindu suapan bubur itu, rindu sendok bekas mulutmu, rindu kalimat-kalimat jorok itu, aku rindu panggilan sayangmu, aku rindu pelukanmu saat kita tertidur hari itu, aku….”

 

http://tommylovezacky.wordpress.com/2012/02/28/in-his-pants/

 

Seketul epilogue…

Ternyata seks tak selalu menjadi satu-satunya alasan untuk terlibat dalam sebuah hubungan. Ada alasan yang lebih kuat selainnya, alasan yang membuat segalanya seindah warna-warna pelangi setelah gerimis, itu cinta. Saat kamu bercinta dengan pasanganmu dan memposisikan diri sebagai orang yang mencintainya, maka sadarilah setelahnya, kamu baru saja mendapatkan seks terhebat sepanjang sejarah percintaanmu. Seperti aku dan Adi Chandra Firansyah, dulu sebelum cintaku hadir untuknya aku memang menikmati seks hebat bersamanya. Tapi yang dinikmati Chandra justru lebih hebat lagi, karena dia lebih dulu punya cinta. Dan sekarang? Aku dan Chandra sama-sama menikmati seks luar biasa karena cinta membuat kami menjadi maniaknya. Seks without love adalah hebat, tapi… seks because of love??? Buktikan sendiri seperti apa nikmatnya…

February 29, 2012

Rahasia ranjang dalam obrolan makan malam

Dan aku sebenarnya tidak suka jika teman saling memperbincangkan 'detail' permainan dan kelemahan partner mereka di ranjang. Bukankah itu seharusnya menjadi kisah manis dan sepat mereka berdua? Rahasia!

Untuk apa kita menghumbar kelemahan pasangan kita di ranjang? Bukankah itu sama saja menjelekkan pasangan kita dan menghumbarnya untuk konsumsi publik? Lalu bagaimana nanti pabila teman teman kita bertemu dengan pasangan kita dan tiba tiba mereka tertawa cekikikan melihat pasangan kita karne teringat cerita ranjang saat obrolan makan malam itu?

Malu..

Aku berusaha keras untuk bergaul dengan teman teman, mingle, tapi kenapa kerap kali yang mereka bicarakan adalah tentang cerita ranjang pasangannya? Kenapa tidak sekalian saja mengolok olok cerita lucu tentang diri sendiri? Aku rasa itu jauh lebih baik. Menertawakan diri sendiri.

A hingga Z yang kau lakukan dengan pasanganmu di ranjang sudah sepatutnya menjadi kisah manis antara berdua saja, kecuali ada perbincangan lain di belakangnya.

Apa lagi pabila teman temanmu tahu siapa pasanganmu. Itu seperti menjatuhkan harga diri pasanganmu, secara tidak langsung.

Kasihan..

Jika itu hanya sebatas imajinasi atau orang yang disamarkan dengan maksud menjaga privasi mereka, aku rasa itu masih di ambang wajar.

Aku Kamu tubuh kita dan segala rasa yang tercurah di atas ranjang, adalah cerita rasa.. Hanya untuk KITA.

February 26, 2012

Falling for Chinese (Asian)

Sexy_asian_men_1
(image taken from funkydowntown.com)

Sungguh memang hati itu buta

Ia punya caranya sendiri, cara yang misterius, untuk menumbuhkan rasa..

Kita bisa saja berekspektasi, memiliki preferensi, manggantungkannya setinggi mungkin,
tapi pada akhirnya, tetap saja, hatilah yang menjadi jurinya,
dan hati akan menilai, dengan caranya sendiri
dan hati akan berbunga, tanpa bisa diprediksi..

Seperti yang terjadi padaku, 
Sedari dulu benakku selalu mengatakan bahwa aku menyukai laki laki Bali. 
Karena laki laki Bali itu memiliki pesona tersendiri dengan segala kemistikan asal usulnya.
Kulitnya, rambutnya, cara berbicaranya, attitude nya, senyumnya, 
ya,,, segala tentang lelaki Bali.

Aku suka, aku terpikat.

Namun itu adalah preferensi dan dorongan hasrat,

Ternyata dalam perjalanan waktu, hati berbicara... berbeda.
Ini sudah kesekian kalinya hatiku mematung dipastu romansa, romansa yang tumbuh bukan karena hasrat, romansa yang tumbuh karena sesuatu.. sesuatu yang dibawa oleh si dia yang bermata sipit, berambut luru, berkulit putih... chinese.

Mungkin ini kali ketiga, mungkin kelima, hatiku jatuh pada keturunan Tionghoa... tanpa rencana.

Mulanya saat bertemu dengan mereka, hanya sedikit hasrat yang muncul. Meski di lapak maya banyak bertebaran demam asian dengan zegala imaji tubuh tubuh sempurna mereka, namun tetap aku hanya suka melihat. Sebatas itu saja..

namun saat bertemu dengan mereka ada sesuatu.. entah itu intelegensia mereka yang pernah kutemui, entah itu perhatian yang mereka curahkan, atau entah karena jarang dari mereka yang tertarik untuk berteman dengan si kulit hitam, aku. 

Meski toh pada akhirnya aku juga yang menjadi pecundang, setelah suka dan jatuh mencinta aku juga yang dibuang, namun tetap saja ini sudah membuatku terheran.. Hati berbicara kepada rasa, tanpa melihat warna.

Aku pernah berkata, bahwa aku menyukai lelaki Asia, karena mereka unik dan eksotis. 
but hey, aku pun sejatinya Asia, bukan?
namun saat kita mengatakan Asia, rasanya dua dunia jika menggabungkan si sawo matang dengan si chinese..
Entah kenapa, aku berkali kali jatuh hati dengan si chinese...

mata mereka kah? cara mereka kah? senyum mereka kah? entah...

dan Ya, hati itu buta..
Ia punya caranya sendiri, cara yang misterius, untuk menumbuhkan rasa..
(surat kepada si Chinese)