Showing posts with label Being Gay. Show all posts
Showing posts with label Being Gay. Show all posts

August 1, 2011

Hudson, gender preferences dan talenta

Siapa yang tidak kenal Hudson?

Bukankah dia memerankan dua kelamin dan dua fungsi gender dalam satu pertunjukkan?

Bukankah itu sebenarnya juga transgender?

Bukankah itu juga berarti preferensi gender? atau tidak? ataukah itu hanya tuntutan dunia kreatif?

Apapun jawabannya, kenapa para orang tua lebih menghargai keberadaan seorang Hudson dan penampilannya yang mendua kelamin? Kenapa para orang tua malah langsung bersemu marah apabila mendengar berita tentang homoseksual, gay, lesbian dan langsung mencibir dan menghujat mereka?

Apa salah mereka?

Ada satu kalimat yang buatku terhenyuk tentang dua fenomena yang seiring tapi bertolak belakang itu...

"Begitulah Tuhan, bisa bikin orang dengan talenta yang menakjubkan yah..."

Begitu ucap si Ayah.

Ada hipotesi tersirat yang kutangkap. Entah itu penampilan gender mereka (tidak melulu berhubungan dengan preferensi seksualitas mereka), apabila talenta mereka sebegitu menyentuhnya di hati orang orang, maka mereka akan buta tentang preferensi seksual si orang itu,

Ya, talenta, kemampuan, what you can do...


PS. Putu, apa talenta yang bisa kamu banggakan?

July 31, 2011

Best Gay News Magazine: Can I Marry My Cousin, As Long As He is GAY?

You may have seen two maps circling the web  last year.  But they have re-surfaced again as of lately.

Created, it appears, by The New York Times , the maps are a compelling point in the debate over same-sex marriage.

How is it that states that are perfectly comfortable with allowing first cousins to get hitched throw down the gauntlet over the same-sex variety?

It's  crazy! 

 in nearly every state in the Union, it’s perfectly okay for children as young as 15 to get married. In New Hampshire, you can be 13; South Carolina, 14, only requiring parental consent.

Not a single state requires that everyone getting married be 18, without exception. In Florida, not only can minors wed, but minors who have been married before don’t need their parents’ permission.

Many of these states, coincidentally, allow people below the minimum age to get married with certain qualifications met, usually getting permission from the court. In other words, the state gets to decide if children barely in their teens get married or not. The usual cause for such a request, of course, is if a teen gets pregnant.


 del.icio.us

  Stumbleupon

  Digg

 

Hmm, belum kelar satu permasalahan di seluruh dunia tentang sexuality equality, tapi banyak juga yang sudah menemukan kerikil kerikil yang sekiranya bakal menghadang di kemudian hari tentang permaslahan seksualitas ini.

Di beberapa negara di seluruh dunia sudah mulai dikumandangkan mengenai pernikahan sejenis, equality marriage for everybody. Dan saya pernah membaca tentang bagaimana apabila nantinya pemerataan kesempatan hak untuk menikah ini di"pelintirkan" oleh mereka mereka yang bias pemahaman tentang pernikahaannya lebih "unik" jika tidak dikata "aneh"???

Contoh aja artikel berikut ini, bener juga kan? Bisa aja kita suatu saat memilih untuk menikah dengan saudara sendiri (entah itu saudara dekat atau saudara kandung, entah dia gay, Lesbian, or whatever...

"Can I Marry my cousin? As long as He's Gay..."

Nah lo! Jujur saya aja pernah lo punya rasa dengan salah dua (kalau tidak salah tiga) dengan beberapa saudara laki laki saya.... Paman, sepupu yang notabene itu adalah rasa suka entah karena karisma nya, karena physical appearance, atau karena perhatiannya... Aduh, tapi jangan sampai deh jadi seperti quote itu, aneh!

Nah kalau sudah begitu, berarti pernikahan pedophilia juga bakal bisa diperjuangkan dong kedepannya? Hmmm..... kompleks yah (jadi bingung)

PS. Tapi saya sudah siap berumah tangga nih... Udah pengeeeen banget building a family with a man... (mungkin gak ya) >_____

July 14, 2011

Gen & Hormon berkata: semua orientasi seksual itu normal normal saja koq (what a relieve!)

"Mengapa aku bisa menjadi Gay?"
"Why?"

Mengapa, mungkin pertanyaan itu kerap kali ditanyakan bagi kita yang sudah mulai merasakan ada "sesuatu" dalam diri that urging to come out and just doesn't fit with the scenario that the society has made.

Ada yang bilang teori genetik, keturunan, faktor lingkungan, trauma masa kecil, bahkan banyak yang juga percaya kjarena diguna gunai, atau setanlah atau apalah..

Ada satu perbincangan di twitter yang dikemukakan oleh seorang dokter di Indonesia yang sempat saya rekam dan rangkum menjadi tulisan mengenai mengapa sesorang bisa memiliki kecenderungan seksual Gay atau Lesbian.

Yang membuat saya tercerahkan dari pendapat beliau adalah bahwa pada intinya kecenderungan seksual tersebut bukanlah suatu oenyakit, melainkan hanyalah sebuah variasi genetik dan hormonal pra-kelahiran. Jadi sebenarnya semua normal normal saja.